Booting: Tipe, Cara Kerja dan Mengatasi Kegagalan

Istilah booting mungkin kamu sedikit agak asing, atau pernah mendengar namun tidak tahu persis apa istilah itu. Tetapi, untuk kamu yang sering menggunakan komputer atau laptop, tentunya kamu tidak asing lagi dengan istilah seperti restart, …

Booting

Istilah booting mungkin kamu sedikit agak asing, atau pernah mendengar namun tidak tahu persis apa istilah itu. Tetapi, untuk kamu yang sering menggunakan komputer atau laptop, tentunya kamu tidak asing lagi dengan istilah seperti restart, sleep dan shut down. Nah, secara mudahnya booting adalah proses menyalakan komputer atau laptop untuk menjalankan sistem operasi.

Bagi kalian yang ingin lebih mengetahui apa itu booting, cara kerjanya, tipe dan kesalahan yang terjadi. Digitex.id akan menjelaskan untuk kalian secara rinci dan mudah dipahami. Simak ya!

Booting
Freepik.com

Apa Itu Booting

Seperti yang sudah sempat sedikit disinggung diatas booting adalah proses menyalakan dan mengakses sistem komputer namun secara umumnya. Booting adalah tindakan manual yang dilakukan oleh brainware untuk bisa mengakses sistem operasi komputer melalui tombol daya.

Cara kerja mudahnya dapat dijelaskan dengan pengandaian, ketika kamu menekan tombol daya atau tombol on/off maka seacra otomatis sistem operasi pada perangkat baik laptop, komputer maupun handphone akan menyala dan mengecek hardware dan software yang terinstal pada PC dari sisi stabilitas.

Pada setiap prosesnya sistem akan membaca  kesulurah informasi yang tersimpan di ROM chip. Rom akan membaca keseluruhan instruksi yang ada didalamnya, lalu ditampilkan pada layar perngkatmu.

Cara Kerja Booting

Proses booting memiliki beberapa tahapan untuk memastikan perangkat keras didalamnya berfungsi normal. Agar kamu lebih memahami tahapannya, perhatikan tahapan dibawah ini.

  1. Saat kamu menekan tombol power di perangkatmu, maka seluruh hardware akan dialiri daya dan membutuhkan instruksi dari sistem.
  2. Sebagian instruksi akan ditarik melalui ROM dan kita mengenal pertintah tersebut dengan nama Bios.
  3. Kemudian BIOS akan melakukan tindakan Power-On-Self-Test (POST), jika POST berhasil dilakukan maka BIOS akan melakukan urutan device yang dapat di bootable dari CMOS.
  4. Perangkat yang di boot pertama oleh sistem nantinya akan memuat instruksi dari Master Boot Record yang ada di Logic Sector 0. Kumpulan instruksi ini berisi informasi mengenai Boot Loader yang berfungsi memuat sistem operasi ke dalam memori komputer.
  5. Tahapan terkahir, semua file sistem dan driver utama akan dimuat ke dalam memori dan kontrol diteruskan ke sistem operasi agar dapat digunakan sepenuhnya oleh pengguna.

Tipe-TipeBooting

Pada proses booting terdapat dua macam tipe yang tersedia pada komputer. Kedua tipe tersebut adalah Warm Booting dan Cold Booting.

1. Warm booting

Tipe booting yang pertama adalah warm booting yang merupakan kondisi di mana proses booting terjadi ketika komputer baru saja dalam keadaanya nyala. Contohnya saat kamu melakukan restart Komputer.

Berikut ciri-ciri warm booting :

  1. Warm booting disebut juga sebagai soft booting.
  2. Warm booting adalah proses dimana pertimbangan pengguna untuk restart komputer.
  3. Saat warm booting, memori sementara tidak dihapus.
  4. Untuk melakukan warm booting, pengguna harus menekan tombol “CTRL + ALT + DEL” atau reset dari CPU.
  5. Warm booting adalah proses yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan cold booting.
  6. Proses ini dilakukan sesekali.
  7. Perangkat lunak aplikasi dan perangkat lunak sistem dapat rusak.

2. Cold Booting

Tipe booting yang kedua yaitu cold booting yang merupakan kondisi saat komputer kamu dalam keadaan shutdown  scara menyeluruh untuk dinyalakan kembali. Dimana ketika diaktifkan, proses pemindaian ROM akan dilakukan kembali pengguna, pengguna dapat mengoperasikan kembali perangkatnya.

Berikut ciri-ciri cold booting :

  1. Cold booting biasa disebut dengan hard booting.
  2. Hal ini adalah proses umum untuk memulai komputer.
  3. Pada cold booting, maka memori akan dihapus untuk sementara.
  4. Untuk melakukan cold booting, pengguna harus menekan tombol power on dari CPU.
  5. Cool booting merupakan proses yang lambat.
  6. Prosesnya dilakukan secara teratur.
  7. Tidak mempengaruhi perangkat lunak aplikasi dan perangkat lunak sistem.

Kesalahan Ketika Booting

Jika komputer kamu gagal melakukan boot, nantinya kita akan diberikan notifikasi seperti POST tidak dapat berjalan seperti biasanya. Dimana hard drive maupun memori tidak dapat di load, kamu juga akan mendengar bunyi kode beep dari komputer apabila hal ini terjadi. Bahkan tak jarang komputer akan menampilkan pesan blue screen pada layar karena data sistem yang sedang diproses tidak tersedia atau corrupt.

Cara Mengatasi Kegagalan Saat Booting

Booting
Pixabay.com

Ada beberapa hal yang mungkin kamu lakukan sebagai pengguna dalam menyelesaikan masalah kegagalan booting. Berikut tipsnya!

1. Cek konektor yang terpasang pada komputer

Hal-hal yang sering kamu anggap simpel seperti kabel konektor bisa jadi pemicu gagalanya booting karena konektor kendor dan lain sebagainya. Sehingga kamu harus memastikan semua konektor penting pada komputer untuk terpasang dengan baik dan benar.

2. Atur urutan booting BIOS

Terkadaang bisa jadi kamu lupa mengatur ulang ke pengaturan awal BIOS yang telah anda setting. Pastikan urutan booting BIOS kamu sesuai dengan sistem operasi yang ingin dijalankan.

3. Pengaturan BIOS

Terdapat alasan yang lebih kompleks mengapa terjadi kegagalan booting, misalnya saja seperti Self-MonitoringAnalysis and Reporting Technology (S.M.A.R.T) tidak diaktifkan pada pengaturan BIOS. Perlu diketahui tools ini digunakan sebagai sistem peringatan yang memberi pengguna akses dalam memantau hard drive.

Namun begitu tools ini juga dapat menyebabkan masalah seperti gagal booting, untuk mengatasinya apabila tools ini tidak aktif coba aktifkan.

4. Back up berkala data penting

Apabila hard drive kamu mengalami kerusakan, corrupt atau terkena bad sector tentu akan sangat menyebalkan apabila sampai mengenai data penting kita. Maka dari itu lakukan back up secara berkala pada data penting yang kamu miliki agar data yang kamu miliki tetap aman. Karena apabila hal ini sering kamu lakuakan setidaknya masih ada data penting yang kamu miliki tidak hilang begitu saja.

Leave a Comment